Jumat, 17 Desember 2010

Pamor timnas naik, omset bola plastik naik

Gaung timnas di seluruh penjuru Indonesia menjadi hotnews disetiap tayangan televisi, tidak hanya di program berita tetapi juga infotaiment. Pamor timnas meningkat pesat setelah kemenangan yang beruntun dan tak pernah terkalahkan, serta mejadi juara group A di pertandingan piala AFF. Kemenangan tesebut merupakan hasil kerja keras seluruh timnas baik dari atlet, official, pelatih, manajemen, dan pihak yang terlibat. Gaung yang besar tidak hanya tentang prestasi yang dipersembahkan, tetapi juga individu para atletnya. Atlet yang tergabung dengan timnas ada yang berasa dari “nauralisasi”. Atlet-atlet yang tergabung selain memiliki kemampuan bermain bola yang sangat baik, mereka juga memiliki wajah yang rupawan sehingga suporter bola saat ini tidak di dominasi oleh kaum adam tetapi banyak juga suporter dari kaum hawa. Kemenangan timnas sepanjang pertandingan semifinal ini banyak menimbulkan niat untuk bercita-cita menjadi pemain sepakbola profesional dan menjadi timnas. Cita-cita tersebut menimbulkan semangat berlatih para anak-anak dan remaja di Indonesia. Kebutuhan akan bola untuk latihan ataupun yang hanya digunakan untuk bermain menaikkan omset penjualan bola plastik. Di musin seperti ini omset penjualan bola plastik bisa meningkat sampai 10 kali lipat.

Menjual pulsa bisnis favorit para mahasiswa

Lulusan strata satu atau sarjana diharapkan bisa menciptakan peluang kerja bagi orang-orang disekitarnya. Belajar menciptakan peluang kerja dapat dilakukan sejak dini ataupun pada masa kuliah. Bisnis yang banyak dilakukan para mahasiswa yaitu menjual pulsa elektrik. Berjualan pulsa menjadi bisnis favorit karena tidak memerlukan modal yang besar dan tidak ada waktu kadarluarsanya. Peluang masa dagang pulsa panjang karena kemjuan teknologi seperti saat ini pulsa menjadi kebutuhan primer bagi ana-anak, remaja, ataupun orang tua. Banyak orang yang memiliki ketergantungan yang sangat tinggi kepada handphone, inilah salah satu faktor tingginya kebutuhan akan pulsa. Tingginya kebutuhan pulsa sehingga banyak mahasiswa ataupun masyarakat yang berjualan pulsa. Agar masa dagang pulsa panjang maka seorang penjual pulsa harus pandai mencari pasar dan mengajak orang lain untuk membeli pulsa kepada dia.

Bisnis yang berada dilingkungan Rukun Warga (RW)

Selama perjalanan saat ingin pergi kemanapun saat ini, tidak sulit menemukan kios kecil yang menjual berbagai produk makanan ataupun minuman. Saat ini sudah banyak orang yang berusaha membuat peluang kerja sendiri dan tidak bergantung pada orang lain. Semangat mebuat peluang bisnis dapat dilakukan tidak terbatas umur, jenis kelamin ataupun pendidikan, karena banyak ibu rumah tangga yang juga berkeinginan membuat peluang usaha seperti ibu-ibu PKK yang berada di daerah kabupaten Bogor. Peluang bisnis yang dibentuk dengan menjual kue kering, laukpauk, dan sarapan pagi. Para ibu-ibu memulai dagangannya mulai jam 6 pagi sampai dengan jam 10 pagi. Dalam lingkungan satu rukun warga (RW) ini terdapat 3 lapak ibu-ibu PKK yang tergabung di setiap RTnya.

Bisnis yang berada dilingkungan Rukun Warga (RW)

Selama perjalanan saat ingin pergi kemanapun saat ini, tidak sulit menemukan kios kecil yang menjual berbagai produk makanan ataupun minuman. Saat ini sudah banyak orang yang berusaha membuat peluang kerja sendiri dan tidak bergantung pada orang lain. Semangat mebuat peluang bisnis dapat dilakukan tidak terbatas umur, jenis kelamin ataupun pendidikan, karena banyak ibu rumah tangga yang juga berkeinginan membuat peluang usaha seperti ibu-ibu PKK yang berada di daerah kabupaten Bogor. Peluang bisnis yang dibentuk dengan menjual kue kering, laukpauk, dan sarapan pagi. Para ibu-ibu memulai dagangannya mulai jam 6 pagi sampai dengan jam 10 pagi. Dalam lingkungan satu rukun warga (RW) ini terdapat 3 lapak ibu-ibu PKK yang tergabung di setiap RTnya.

Packing yang memberi nilai tambah

Singkong goreng merupakan makanan favorit di Indonesia yang sudah ada sejak lama, sejak nenek buyut kita. Singkong goreng biasa menjadi teman minum kopi atapun teh. Singkong goreng enak dimakan dengan kondisi dan situasi apapun. Singkong goreng juga disukai dari segala kalangan sosial dan umur. Setiap ada singkong goreng yang disajikan oleh ibu dirumah, mungkin kebanyakkan orang tidak berfikir bahwa singkong goreng ini memiliki nilai komersil yang cukup tinggi, hanya saja dengan catatan singkong goreng ini diubah kemasannya menjadi lebih menarik dan ditambah cita rasa yang disesuaikan dengan konsumen inginkan saat ini. Ketela kress yang ada saat ini merupakan salah satu contoh bahwa kemasan yang dibuat menarik memberi nilai tambah sehingga singkong menjadi komersil dan sekarang memiliki omset ratusan juta sampai dengan milyaran rupiah. Oleh karena itu, setiap produk yang diberi kemasan yang menarik dapat memberi nilai tambah pada produk tersebut. Tetapi tidak hanya kemasan yang menjadi satu-satunya faktor penentu keberhasilan suatu produk, produk harus memiliki rasa dan kualitas yang sesuai dengan biaya yang dikeluarkan oleh konsumen.

Peluang bisnis di Euforia AFF 2010

Kemenangan timnas Indonesia yang beruntun dan mendapat point yang banyak,membuat pamor timnas naik dan dielu-elukan seluruh suporter bola diseluruh indonesia. Momen ini meningkatkan nasionalisme yang memudar di era modern seperti saat ini. Namun kemenangan yang diraih timnas kini memupuk kembali nasionalisme itu, dukungan unutk kemajuan SPSI dan Indonesia bergaung dimana-mana. Dukungan yang ada bisa berupa doa, menonton langsung, lewat jejaring nasional, ada juga yang dengan membeli atribut timnas seperti kaos, topi, ataupun syal. Gaung yang besar tidak hanya tentang prestasi yang dipersembahkan, tetapi juga individu para atletnya. Atlet yang tergabung dengan timnas ada yang berasa dari “nauralisasi”. Atlet-atlet yang tergabung selain memiliki kemampuan bermain bola yang sangat baik, mereka juga memiliki wajah yang rupawan sehingga suporter bola saat ini tidak di dominasi oleh kaum adam tetapi banyak juga suporter dari kaum hawa.
Melihat kondisi seperti ini dapat dimanfaatkan secara positif yaitu dengan membuat atribut timnas yang berisikan tullisan mendukung timnas dengan kata-kata sederhana yang biasa digunakan untuk komunikasi sehari-hari. Dengan melihat peluang bisnis seperti ini ada dua keuntungan yang didapat yaitu, menimbulkan nasionalisme (cinta akan Indonesia) dan juga keuntungan dalam hal finansial.

Rabu, 20 Oktober 2010

Uang Lembur Rp 120 Miliar

PT Newmont Belum Bayar Uang Lembur Selasa, 27 Juli 2010 | 20:25 WIB

SUMBAWA, KOMPAS.com — Karyawan PT Newmont Nusa Tenggara (NTT), yang tergabung dalam Pelaksana Unit Kegiatan SPSI, mengancam mogok kerja jika tuntutan tidak dipenuhi. "Jika perusahaan tetap saja tidak berniat membayarkan kelebihan jam kerja sesuai kewajiban, maka kami akan menggunakan hak dasar mogok kerja massal," kata Ketua PUK SPSI PT NNT Muhammad Sahril dalam selebarannya, yang disampaikan SPSI Cabang di Taliwang, Selasa (27/7/2010). Menurut Sahril, pertemuan bipartid dan tripartid antara karyawan dan perusahaan ternyata tidak menghasilkan kesepakatan.
Surat nota peringatan hasil pemeriksaan kasus No. 560/450.32/Nakertrans NTB, 24 Juli, tentang perhitungan kekurangan pembayaran upah lembur 2.920 karyawan hingga kini belum ditindaklanjuti. Newmont diwajibkan membayarkan kelebihan jam lembur dengan total Rp 120 miliar lebih sejak Mei 2008 hingga Mei 2010.
Newmont juga diberi tenggat waktu hingga 1 Juli lalu guna segera menuntaskan kewajibannya. Perundingan di antara karyawan juga telah dua kali dikirimkan, tetapi tidak ditanggapi. "Maka itu, karyawan bersikeras akan menggelar ancaman mogok kerja, 2 Agustus mendatang, selama sepekan ke depan," katanya.
"SPSI Cabang mendukung langkah-langkah rekan PUK Newmont. Ini hal yang normatif yang dituntut dan didasari oleh instruksi pemerintah melalui Disnaker NTB," kata Ketua SPSI Cabang Sumbawa Barat Benny Tanaya.
Benny mengatakan, masih ada peraturan yang perlu dikaji di perusahaan yang mempekerjakan sekitar 3.200 karyawan ini.
Itu membuat perusahaan tidak membayarkan kelebihan jam kerja tadi. PT NNT dilaporkan tengah melakukan proses banding terhadap keputusan Disnaker NTB di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN).
Disnaker NTB, tambah Benny, menemukan kasus kelebihan jam kerja karyawan tidak terbayarkan. Jumlah itu terus bertambah seiring produksi berjalan.
Seharusnya, kata Benny, Newmont taat terhadap regulasi yang ditentukan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Ia mengakui bahwa mogok kerja adalah salah satu upaya terakhir jika fasilitasi dan negosiasi antara karyawan dan perusahaan buntu. "Saya rasa wajar jika PUK di sana menggelar aksi mogok kerja. Undang-undang memperbolehkan. Toh, langkah fasilitasi sudah dilakukan," ujarnya.
Sumber: www.regional.kompas.com

Analisa:
Kompensasi merupakan merupakan segala sesuatu yang diterima karyawan sebagai pengganti kontribuasi jasa mereka pada perusahaan. Kompensasi dapat dijadikan pencerminan atau ukuran nilai pekerjaan karyawan itu sendiri. Besar kecilnya kompensasi dapat mempengaruhi kinerja seseorang, prestasi kerja dan dapat juga dijadikan sebagai motivator. Jika nilai kompensasi kecil maka prestasi kerja, produktivitas, dan semangat kerja bisa menurun. Secara tidak langsung pemberian kompensasi merupakan salah satu cara pencapaian tujuan perusahaan, jika karyawan merasa senang bekerja maka prestasi kerja dan produktivitas bekerja dapat meningkat. Selain itu juga, dengan adanya kompensasi akan memperpanjang waktu dinas dimana karyawan yang memiliki kualitas dapat dipertahankan. Uang lembur salah satu kompensasi, uang lembur harus dibayarkan karena lembur merupakan kelebihan jam kerja yang dilakukan karyawan dalam mengejar target produksi. Kelebihan jam kerja yang sesuai dengan kemampuan rata-rata orang secara teoritis selama 2 jam. Jika seseorang bekerja lebih dari 10 jam maka secara grafis kurva menunjukkan penurunan produksivitas. Perusahaan yang tidak konsekuen dengan kebijakkan yang diberikan akan merugikan perusahaan itu karena kepercayaan karyawan akan berkurang dan tidak akan semangat bekerja sehingga karyawan yang memiliki kualitas akan pindah atau keluar dari perusahaan.